Karimun | MMC – Warga Perumahan Poros Residence yang berlokasi di Jalan Sudirman (Poros) Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kbupaten Karimun mengeluh lantaran di perumahan tersebut kerap banjir disaat cuaca musim hujan.
Salah seorang warga, yang enggan identitasnya disebutkan mengaku kesal, karena perumahan tersebut banjir disaat cuaca hujan sampai satu harian.
Warga mengatakan bahwa banjir yang selama ini menimpa warga hampir memasuki rumah, tak hanya warga perumahan yang mengeluh akan banjir, namun warga diluar perumahanpun juga turut merasakan banjir setelah adanya perumahan tersebut.
“Kami sangat kecewa, dengan pihak pengembang, PT Cipta Alam Property karena kami tidak menyangka kalau perumahan ini banjir disaat cuaca hujan sampai satu harian, ternyata benar, air hampir masuk kerumah. Dan kami juga pernah didatangi warga dari luar perumahan ini, disaat ibadah (gereja methodis-red) mereka seakan menganggap kalau kami adalah pihak pengembang, dan setelah saya beritahu kepada mereka, barulah mereka tau kalau kami bukan pengembang.”katanya 17/9.
Terpisah salah seorang warga dari luar perumahan dikonfirmasi MMC membenarkan jika adiknya yang merupakan salah seorang warga perumahan tersebut yang belum lama menempati perumahan juga kerap merasakan banjir beberapa bulan lalu, ia berharap kepada pihak pengembang dapat memberikan solusi terkait keluhan warga diperumahan poros residence.
“Adik saya juga baru akad kredit diperumahan Poros Residence, namun langsung dihadiahi banjir, dan closed dirumahnya tersumbat jika hujan datang.” Ujarnya
Informasi yang berhsail dihimpun media ini, Warga diluar perumahan tersebut juga mengaku sangat kesal, dengan pihak pengembang yang hanya memiliki satu saja saluran serapan air, yakni menyalurkan ke Danau didepan RSUD Muhammad Sani Karimun.
Menurut keterangan dari salah satu warga RT 02/RW 04 Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral, IS (50) kepada MMC News, bahwa pihak PT Cipta Alam Property telah melakukan pendalaman parit pembuangan air dari perumahan poros residence, namun ia mengatakan juga setelah adanya perumahan, volume air diparit meningkat dengan signifikan, yang menyebabkan adanya pengikisan tanah, dan beberapa rumah dan gereja terancam longsor.
“Setelah adanya perumahan ini, debit air sangat meningkat diparit pembuangan ini, apalagi hujan disaat air laut pasang, maka air lambat mengalir, dan berpotensi untuk terjadinya longsor. Kami juga telah menghubungi pihak pengembang Poros Residence, namun mereka hanya mampu membayar Rp 3.000.000 untuk pengadaan batu miring, biaya itu sangat tidak cukup untuk mengatasi potensi banjir dan longsor disamping gereja. Ungkapnya.
Sementara pihak pengembang Perumahan Poros Residence Edi, ketika dikonfirmasi lewat telepon genggamnya, Sabtu, 17/09/2022 mengaku sedang sibuk dikarenakan adanya tamu, dan pihak pengembang tersebut belum dapat memberi keterangan terkait keluhan warga diperumahan tersebut, dikarenakan masih sibuk.
“Maaf bang, saya masih sibuk, hari ini ada tamu. Maaf ya” ungkapnya.
Bersambung. Lamhot/MMC News
Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












