Cantika Wahono Dikukuhkan Sebagai Ibunda Guru PGRI Bojonegoro, Wujudkan Pendidikan Berkarakter

admin
IMG 20260403 WA0010

BOJONEGORO || Data Fakta.com – Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli Wahono, yang akrab disapa Cantika Wahono, resmi dinobatkan sebagai Ibunda Guru oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bojonegoro. Pengukuhan ini berlangsung dalam rangkaian pelantikan Pengurus Cabang dan Cabang Khusus PGRI Masa Bakti XXII, yang digelar di Pendopo Malowopati, Kamis (2/4/2026).

 

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua PGRI Jawa Timur, Ketua PGRI Bojonegoro, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

 

Dalam kesempatan itu, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyoroti berbagai tantangan kompleks yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, mulai dari derasnya arus informasi di media sosial hingga perubahan tatanan sosial yang sangat cepat. Ia menekankan perbedaan mendasar antara sekadar menjadi “pengajar” dan menjadi “pendidik”.

“Seorang pendidik memiliki tanggung jawab yang lebih luas, tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan etika, tata krama, dan norma-norma kehidupan,” tegas Bupati Setyo Wahono.

 

Menurutnya, meskipun tugas administrasi sangat penting, namun misi utama mendidik jauh melampaui hal tersebut. Ia pun memotivasi para guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

 

“Saya berharap Bapak dan Ibu guru dapat memahami betul dinamika era digital ini. Hal ini sangat penting agar kita bersama-sama mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, demi masa depan Bojonegoro yang lebih sejahtera dan membanggakan,” ujarnya.

 

Bupati juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua murid. Selain itu, ia mengingatkan para pendidik untuk selalu menjadi contoh teladan (uswatun hasanah), salah satunya dengan tidak merokok di lingkungan sekolah atau tempat tugas.

 

Sementara itu, dalam pidatonya, Cantika Wahono menegaskan bahwa gelar Ibunda Guru bukan sekadar penghormatan, melainkan sebuah panggilan hati untuk mengabdi. Ia menyadari betul beratnya tugas, tuntutan kinerja, serta tantangan psikologis yang dihadapi guru dewasa ini.

Baca Juga :  Strategi Bupati Setyo Wahono Kuatkan Ekonomi Desa – 107 Armada untuk KDMP Cegah Ketergantungan pada Pihak Ketiga

 

“Peran Ibunda Guru adalah sebagai mitra strategis bagi PGRI dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Saya berkomitmen untuk menjadi penggerak, pemberi semangat, serta sumber inspirasi bagi kita semua,” tutur Cantika.

 

Ia pun menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dan bergotong royong bersama Pemerintah Daerah, PGRI, dan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, memperjuangkan kesejahteraan guru, serta meningkatkan kompetensi para pendidik.

 

“Semoga para guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pembimbing dan teladan yang baik, terutama dalam membentuk karakter dan akhlak mulia bagi generasi penerus,” tambahnya.

 

Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum baru bagi dunia pendidikan di Bojonegoro. Dengan semangat kolaborasi dan optimisme, diharapkan lahir bukan hanya generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap bersaing di era global.


Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan