BOJONEGORO || Data Fakta.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut ditandai dengan pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun 2026, yang dilakukan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di Hall Suyitno Universitas Bojonegoro, Selasa (14/7/2026).
Tahun ini, KKN Unigoro mengangkat tema “Sustainable Forest, Sustainable Life: Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Hutan Selatan Bojonegoro”, yang menitikberatkan pada upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Ketua penyelenggara menjelaskan, KKN tahun ini diikuti sebanyak 721 mahasiswa. Sebanyak 711 orang akan melaksanakan pengabdian di 21 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Bojonegoro, sedangkan 10 mahasiswa lainnya berangkat mengikuti program KKN Internasional di Songkhla, Thailand.
Berbagai program yang disiapkan mahasiswa difokuskan untuk menjawab isu strategis daerah, mulai dari pelestarian kawasan hutan, pengembangan pertanian, penanganan kekeringan, pengurangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan desa wisata dan UMKM, hingga penguatan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menilai tema yang diusung sangat relevan dengan kondisi kawasan hutan di wilayah selatan Bojonegoro. Ia berharap mahasiswa tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan mampu menjadi motor perubahan di tengah masyarakat.
“Berikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan, sumber air, tanah, dan lingkungan. Saya juga berharap potensi lokal desa dapat dioptimalkan dan dipromosikan agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” tegas Bupati.
Bupati juga menyoroti keunggulan generasi muda yang akrab dengan teknologi digital, dan mendorong mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan potensi desa, mulai dari destinasi wisata, budaya lokal, hingga produk unggulan UMKM agar semakin dikenal luas.
Selain menjalankan program pengabdian, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan temuan dan rekomendasi di lapangan, yang nantinya dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan—khususnya untuk kawasan hutan selatan. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik sejak awal bersama pemerintah desa dan warga setempat, agar program yang dijalankan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
Sebagai simbol dimulainya tugas pengabdian, Bupati Setyo Wahono bersama Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro menyematkan atribut kepada perwakilan peserta KKN Tematik Kolaboratif maupun KKN Internasional. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kehadiran ratusan mahasiswa menjadi bagian dari solusi persoalan pembangunan daerah, serta mempercepat terwujudnya Bojonegoro yang berkelanjutan, berbasis potensi lokal, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












