Kunjungan Terpadu TP PKK Bojonegoro ke Desa Ngelo, Dorong GAYATRI, Pengentasan ATS, dan Program Berbasis Data  

admin
IMG 20260820 WA0003

 

BOJONEGORO || Data Fakta.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kunjungan kerja terpadu ke Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen memperkuat pendampingan hingga ke tingkat desa sekaligus memastikan seluruh program prioritas dapat berjalan efektif dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.

 

Dalam kunjungan yang sarat diskusi dan pembinaan tersebut, tim TP PKK Kabupaten memberikan pemaparan materi strategis yang menjadi fokus utama saat ini, mulai dari pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI), langkah pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS), hingga sosialisasi berbagai hasil hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK.

 

Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan penyerahan bantuan sosial kepada sejumlah kelompok sasaran prioritas, yaitu ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan berisiko tinggi, balita dengan gizi kurang, lansia sebatang kara, serta perwakilan remaja binaan Gerakan Remaja Milenial Berdaya dan Produktif (Gerimis Madu).

 

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, hadir langsung memimpin rombongan dan menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pendampingan mendalam agar seluruh kebijakan dan hasil keputusan Rakernas dapat diterapkan hingga ke tingkat desa maupun keluarga.

 

“Segala sesuatu yang sudah dihasilkan dari Rakernas, harapan kita satu-satunya adalah sampai ke tingkat desa dan sampai ke keluarga. Kami ingin memastikan program berjalan sesuai arahan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Cantika Wahono.

 

Ia menambahkan, sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten menjadi fokus utama pengembangan, salah satunya adalah GAYATRI. Gerakan ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga.

 

“Pengembangan GAYATRI ini kami dorong agar setiap rumah tangga harus punya ayam petelur sendiri. Ini cara sederhana namun efektif agar keluarga bisa memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memiliki hasil yang bisa dijual atau dipertukarkan,” tegas Cantika.

Baca Juga :  Komisi C DPRD Bojonegoro Bahas Program 2026 dan Pemanfaatan Dana CSR BPR  

 

Lebih jauh, Cantika juga mengingatkan pentingnya strategi pendukung agar gerakan ini berkelanjutan. Salah satunya adalah ketersediaan pakan ternak dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan masyarakat.

 

“Kita harus cari solusi agar kebutuhan pakan murah dan mudah didapat. Kalau ini terpenuhi, GAYATRI pasti jalan terus dan memberikan manfaat besar bagi ekonomi keluarga,” tambahnya.

 

Terkait masalah pendidikan, Cantika menegaskan bahwa pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi prioritas bersama, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong program wajib belajar selama 13 tahun. Tidak boleh ada satu pun anak di Bojonegoro yang putus sekolah atau tidak mengenyam pendidikan.

 

Poin penting lainnya yang disampaikan adalah transformasi kerja PKK yang kini diarahkan menjadi organisasi yang berbasis data dan kebutuhan. Setiap kegiatan harus disusun berdasarkan data akurat dan keperluan nyata masyarakat, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten, serta didukung pemanfaatan teknologi digital dan tertib administrasi yang baik.

 

“Kegiatan yang kita lakukan harus berbasis keperluan masyarakat, jangan sampai program kita tidak pas dengan apa yang dibutuhkan warga. Kita juga terus memanfaatkan teknologi digital dan menjaga tertib administrasi agar perencanaan lebih matang,” tambahnya.

 

Selain itu, TP PKK Kabupaten juga terus mendorong sejumlah program lain yang sejalan dengan strategi nasional, antara lain percepatan penanganan stunting, penurunan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan anak, hingga pemberdayaan perempuan dan masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Ngelo, Ngatini Tri Mulyono, menyambut baik kunjungan dan pembinaan dari tim kabupaten. Ia menjelaskan bahwa Desa Ngelo merupakan salah satu desa mandiri di Kecamatan Margomulyo dengan mayoritas mata pencaharian warga sebagai petani, disamping pegawai swasta dan wirausaha.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Kunjungan Belajar ke Gunungkidul, Bojonegoro Pasang 55 IPAH untuk Atasi Kekeringan

 

Menurut Ngatini, kekuatan utama masyarakat Desa Ngelo terletak pada semangat gotong royong yang masih sangat kental, baik dalam kegiatan pertanian maupun dalam mendukung berbagai program pembangunan desa.

 

“Warga kami masih sangat erat gotong royongnya, mulai dari bercocok tanam hingga mendukung program wajib belajar. Kami juga terus berupaya mengembangkan ketahanan pangan berbasis masyarakat menuju Indonesia Emas, salah satunya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam TOGA, sayuran, dan buah-buahan,” ungkap Ngatini.

 

Di bidang pendidikan, Desa Ngelo memiliki sejumlah layanan PAUD berkualitas, di antaranya Pos PAUD/TK Putra Pertiwi, KB Attaqwa, dan Pos PAUD Al Fajar.

 

Sementara di sektor kesehatan, pelayanan Posyandu di desa ini telah memenuhi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan sasaran pelayanan mencakup 42 balita, 76 remaja, dan 150 lansia. Saat ini, tercatat hanya ada satu kasus anak stunting yang disebabkan kelahiran prematur, dan penanganan intensif terus dilakukan agar anak tersebut segera tumbuh normal dan sehat.

 

Kunjungan kerja terpadu ini semakin memperkokoh sinergi antara TP PKK Kabupaten dan Desa Ngelo, memastikan setiap program pemerintah hadir tepat sasaran, tepat manfaat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga di pelosok Kabupaten Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan