Sambang Desa di Gunungrejo: PJI Lamongan Pererat Sinergi, Dorong Keterbukaan Informasi & Pembangunan Desa

admin
IMG 20260522

Lamongan || Data Fakta.com – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan bertajuk “Sambang Desa” di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring. Kegiatan ini diwujudkan sebagai langkah nyata untuk mempererat tali hubungan serta membangun kerja sama yang erat dan saling menguntungkan antara pemerintah desa dengan insan pers, demi mendukung terciptanya keterbukaan informasi publik yang seluas-luasnya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Suasana sepanjang kegiatan berjalan dengan hangat dan penuh keakraban. Turut hadir serta berpartisipasi aktif dalam acara ini jajaran pengurus PJI Lamongan, perwakilan Polsek Kedungpring, Koramil setempat, serta unsur dari Korem 082/CPYJ. Kehadiran juga datang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari perangkat desa, pengurus PKK, Karang Taruna, kelompok tani, hingga tokoh masyarakat yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang diselenggarakan.

Kepala Desa Gunungrejo, Gutomo, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kemampuan menjalin komunikasi yang baik dan saling mendukung antara pemerintah desa dengan media merupakan hal yang sangat mendasar dan memiliki peran penting. Hal ini menjadi kunci utama agar seluruh program dan pembangunan yang berjalan di desa dapat berjalan lancar, terbuka, serta membawa kemajuan nyata bagi seluruh warga.

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan serta kegiatan yang diadakan PJI di sini. Acara ini membuka wawasan baru bagi kami para perangkat desa, sehingga semakin paham betapa pentingnya menjaga hubungan baik dan rasa saling percaya dengan pihak media,” ungkap Gutomo.

Sementara itu, perwakilan Polsek Kedungpring, Ipda A. Nur Adi, menyampaikan pesan penting terkait penggunaan ruang digital di tengah masyarakat. Ia mengingatkan seluruh warga agar selalu bersikap cermat dan bijak saat menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial. Pasalnya, saat ini marak beredar berita yang belum tentu benar, hingga informasi yang berpotensi memicu perselisihan maupun tindak kriminal.

Baca Juga :  20,5 Kg Sabu Siap Edar Berhasil Diamankan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

“Di tengah derasnya arus informasi seperti sekarang ini, masyarakat harus selalu berhati-hati. Jangan mudah terpengaruh atau menyebarkan berita yang belum jelas asal-usul dan kebenarannya, agar tidak terjebak pada berita bohong maupun ajakan yang bersifat memprovokasi,” tegas Ipda A. Nur Adi.

Dalam pemaparan utamanya, Ketua PJI Kabupaten Lamongan, Ir. Handoyo, menekankan betapa strategisnya kemitraan yang terjalin antara pemerintah desa dan media massa. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat luas dan bermanfaat bagi kemajuan desa, antara lain sebagai penyampai informasi, sarana edukasi, peningkatan wawasan masyarakat, serta pendorong transparansi dalam setiap kebijakan publik yang diterapkan.

Lebih lanjut dijelaskan, tugas media tidak hanya sebatas menyampaikan peristiwa atau berita semata. Media juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat, melalui penyajian informasi yang bermanfaat, mencerdaskan, serta mampu membentuk pola pikir dan pandangan hidup yang positif di kalangan warga desa.

Selain itu, media menjadi jembatan penghubung yang efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki desa, beragam program pembangunan yang dijalankan, hingga capaian-capaian yang berhasil diraih masyarakat, agar dapat dikenal dan diketahui oleh khalayak luas.

Di sisi lain, seiring pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan mengakses informasi, Handoyo juga menegaskan tanggung jawab besar yang diemban oleh pihak media. Salah satu tanggung jawab tersebut adalah turut meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, agar warga semakin cerdas dalam menyaring informasi dan mampu membedakan mana informasi yang benar, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Jika sinergi antara pemerintah desa dan media berjalan dengan baik, harmonis, dan saling mendukung, maka hal ini akan mendorong tata kelola pemerintahan desa yang semakin terbuka, bersih, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh warga,” jelasnya.

Baca Juga :  Paparkan Upaya Pengurangan Emisi di Konferensi BUMN Negara G20, PLN Siap Pimpin Transisi Energi Indonesia

Kegiatan ini tidak hanya membahas mengenai fungsi dan peran media, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi para peserta, khususnya perangkat desa, terkait cara berkomunikasi dan menghadapi jurnalis dengan sikap yang tepat dan profesional. Handoyo mengingatkan bahwa saat berhadapan dengan pihak pers, sikap terbuka, ramah, dan mudah diajak berkomunikasi jauh lebih diutamakan dibandingkan sikap tertutup atau enggan memberikan informasi.

Selain itu, pemerintah desa juga diharapkan selalu menyiapkan data dan keterangan yang jelas serta teruji kebenarannya terkait segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Mulai dari pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), upaya menjaga ketahanan pangan, penggunaan anggaran dana desa, hingga progres pembangunan sarana dan prasarana yang ada di desa.

Tak kalah penting, penunjukan juru bicara atau pihak yang berwenang memberikan keterangan juga menjadi hal yang sangat dianjurkan. Hal ini bertujuan agar setiap informasi yang disampaikan kepada publik maupun media tetap konsisten, akurat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman atau penafsiran yang berbeda-beda.

Melalui kegiatan “Sambang Desa” ini, PJI Lamongan berharap hubungan yang terjalin antara pemerintah Desa Gunungrejo dengan insan pers semakin erat dan saling menguntungkan. Diharapkan pula kemitraan ini dapat terus dipertahankan dan menjadi pendorong utama agar pembangunan di desa berjalan lebih cepat, serta hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar dan jelas dapat selalu terpenuhi dengan baik.

Tinggalkan Balasan