Teladani Kartini, Bupati Ajak Perempuan Bojonegoro Terus Berkarya dan Berinovasi

admin
IMG 20260421 WA0011

Bojonegoro || Data Fakta.com – Meneladani R.A Kartini sebagai pejuang emansipasi wanita menjadi tonggak penting dalam pembangunan daerah. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak untuk terus berkarya, berdedikasi dan terus berinovasi.

“Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya kaum perempuan, untuk terus berkarya, berkontribusi, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah,” ujar Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Selasa (21/4/2026).

Pada upacara yang dirangkai dengan peringatan HUT Satpol PP, Damkar, dan Linmas ini, Ketua Harian Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Nur Siti Hidayah membaca sejarah singkat Hari Kartini.

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April 1879 dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan Nasyrah. Kartini merupakan anak kelima dari 11 bersaudara yang berasal dari keluarga bangsawan Jawa yang berpikiran maju. Raden Ajeng Kartini termasuk sedikit perempuan Indonesia yang memperoleh pendidikan Barat dan mahir berbahasa Belanda.

Melalui surat-suratnya yang kemudian dibukukan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang, Raden Ajeng Kartini mengungkapkan kondisi perempuan Indonesia yang masih tertinggal dan menilai bahwa perempuan tidak diberi kesempatan memperoleh pendidikan tinggi.

Raden Ajeng Kartini tidak diizinkan melanjutkan pendidikannya ke Batavia atau Belanda, namun diperbolehkan menjadi guru dan membuat sekolah untuk mengajar anak-anak perempuan di sekitar rumahnya di Jepara. Ketika usia 23 atau 24 tahun, Raden Ajeng Kartini dinikahkan dengan KRM Adipati Ario Singgih Adhiningrat yang mendukung keinginannya untuk mendirikan sekolah di komplek Pendopo Kabupaten Rembang. Setelah setahun menikah, Raden Ajeng Kartini melahirkan seorang putera pada tanggal 13 september 1904. Namun, beliau meninggal dunia setelah persalinan pada usia 25 tahun. Raden Ajeng Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.

Baca Juga :  Dinas Kominfo Bojonegoro Kolaborasi FIJ Bagikan Takjil, Dukung IKM Sambil Berbagi Keberkahan  

Meski Raden Ajeng Kartini telah wafat, jasa beliau tetap dikenal sebagai salah satu pahlawan perempuan nasional Indonesia yang memperjuangkan hak Perempuan untuk mendapatkan kesetaraan dalam mengakses Pendidikan. Raden Ajeng Kartini meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk meningkatkan derajat perempuan dan memajukan bangsa.

la juga mengusung gagasan kesetaraan, kemanusiaan, dan nasionalisme, serta mengajak persatuan seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang status sosial. Hingga saat kini, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini untuk menghormati jasa Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan hak pendidikan perempuan.


Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan