SEMARANG, Data-Fakta.com – 3 Desember 2025 – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Timur dan Bali 1 (UPP JBTB 1) secara resmi menyerahkan Sertifikat Hak Pakai (SHP) Tanah Pengganti Binorong kepada Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro. Penyerahan ini merupakan tonggak penting dalam penyelesaian proses tukar menukar aset (ruislaag) lahan untuk pembangunan PLTU Adipala.
Bertempat di Markas Kodam IV/Diponegoro, Semarang, kegiatan serah terima ini dihadiri langsung oleh Manager PLN UPP JBTB 1, Wahyu Kurniawan, dan diterima oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasdam IV/Diponegoro, Kolonel Kav. Sungudi, S.H., M.Si.
Manager PLN UPP JBTB 1, Wahyu Kurniawan, menyampaikan bahwa penyerahan sertifikat ini menjadi bukti komitmen PLN dalam menyelesaikan aspek legal dan administrasi pertanahan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
“Dengan diserahkannya SHP Binorong ini, maka kewajiban PLN dalam menyediakan aset pengganti atas lahan ruislaag PLTU Adipala telah terpenuhi. Kami berterima kasih atas dukungan penuh Kodam IV/Diponegoro sehingga proses ini dapat berjalan lancar. Sinergi ini sangat vital untuk menjamin kepastian hukum aset negara yang digunakan untuk infrastruktur kelistrikan,” ujar Wahyu Kurniawan.
Proses ruislaag ini dilakukan karena lahan milik TNI AD di Adipala digunakan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan (PLTU). Sebagai gantinya, PLN menyediakan lahan pengganti di Binorong yang kini telah bersertifikat resmi atas nama Pemerintah RI c.q. Kementerian Pertahanan.
Aslog Kasdam IV/Diponegoro, Kolonel Kav. Sungudi, S.H., M.Si., menyambut baik penyelesaian tahapan ini. Ia menegaskan bahwa tertib administrasi aset merupakan prioritas bersama antara TNI dan BUMN.
“Kami mengapresiasi langkah PLN. Dengan diterimanya aset pengganti ini, kami akan segera menindaklanjuti proses administrasi berikutnya, yaitu penghapusan aset Kodam IV/Diponegoro di Adipala dari daftar inventaris kekayaan negara, untuk selanjutnya dapat diproses balik nama menjadi aset PT PLN (Persero),” jelas Kolonel Sungudi.
Langkah selanjutnya setelah serah terima ini adalah proses penghapusan (write-off) aset lama dan balik nama sertifikat lahan tapak PLTU Adipala menjadi atas nama PLN. Hal ini akan memberikan kepastian hukum penuh bagi PLN dalam mengoperasikan PLTU Adipala guna menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya di sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Sinergi antara PLN dan TNI ini diharapkan menjadi contoh baik dalam penyelesaian status aset negara, yang bermuara pada optimalisasi pelayanan publik dan penguatan ketahanan nasional melalui sektor energi. (@dex)
Berita Terkait
Momentum Hari Lahir Pancasila, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx guna Dukung Industri Data Center Jakarta, 2 Juni 2026 – PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers) dalam pengembangan infrastruktur kelistrikan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW) untuk kawasan pusat data (data center) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan layanan digital di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup penyediaan pasokan listrik sebesar 788 MVA untuk site CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat pada tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan penguatan kapasitas kelistrikan sebesar 60 MVA untuk site CGK3A di Jakarta Selatan dan pengembangan jaringan tegangan tinggi sebesar 385 MVA untuk site CGK5 di Suryacipta, Jawa Barat. CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas pelayanan yang optimal dalam mendukung operasional infrastruktur pusat data yang identik dengan komputasi berperforma tinggi. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung keandalan operasional fasilitas data center milik BDx Indonesia,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Kantor PLN Pusat, Selasa (19/5). Menurutnya, keandalan sistem kelistrikan dan kesiapan infrastruktur PLN memberikan kepastian bagi BDx dalam menjalankan pengembangan kapasitas pusat data secara berkelanjutan di Indonesia. “Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital yang berdaulat,” tambah Agus. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center di Indonesia melalui ketersediaan pasokan listrik yang andal. Menurutnya, kebutuhan energi sektor data center, khususnya yang berbasis AI, akan terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital nasional. “Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini. Karena itu, PLN siap memastikan BDx Indonesia dapat berekspansi secara optimal,” ujar Adi. Penyaluran daya untuk site CGK4 direncanakan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase, yakni Tahap I sebesar 2 x 150 MVA, Tahap II meningkat menjadi 2 x 265 MVA, hingga mencapai kapasitas akhir Tahap III sebesar 2 x 380 MVA. Untuk mendukung keandalan pasokan, PLN juga membangun Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Jatiluhur Baru. Yang akan memasok listrik ke kawasan data center BDx. “PLN juga telah menyiapkan dua line bay khusus pada Gardu Induk tersebut untuk melayani kebutuhan kelistrikan Site CGK4 secara optimal,” tambah Adi. Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa sinergi antara PLN dan BDx Indonesia merupakan kemitraan jangka panjang yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya Site CGK4, dalam kesepakatan ini PLN juga telah dipercaya mengamankan pasokan daya untuk fasilitas utama BDx Indonesia lainnya, yakni Site CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, serta Site CGK5 di kawasan industri Suryacipta. “Sinergi ini bukan sekadar jual beli listrik, melainkan kolaborasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi di sektor teknologi tinggi. PLN terus bertransformasi menjadi mitra andal bagi seluruh investor digital di tanah air,” tandas Adi. (@DEX)
Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.