BOJONEGORO || Data Fakta.com – Kabar gembira kembali menghampiri ribuan petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro, khususnya yang berdomisili di wilayah Kecamatan Kepohbaru dan sekitarnya. Juragan tembakau ternama daerah sekaligus pelaku usaha lokal, Bapak H. Abdul Khodirun Cokro, menetapkan kebijakan pembelian hasil panen dengan harga yang jauh lebih tinggi dan menguntungkan dibandingkan rata-rata harga yang diberlakukan oleh para pembeli atau pengumpul lain di pasaran saat ini. Langkah strategis ini diambil dengan tujuan utama meningkatkan taraf hidup petani sekaligus menjaga stabilitas harga dan kualitas tembakau khas Bojonegoro yang telah lama menjadi kebanggaan daerah.
Berbeda dengan praktik umum di mana harga cenderung ditekan, H. Abdul Khodirun Cokro menawarkan skema harga yang jelas, transparan, dan sangat menghargai mutu hasil kerja keras petani. Penetapan harga didasarkan pada klasifikasi kualitas atau grade daun tembakau, dengan rincian sebagai berikut:
- Grade A+ : Rp55.000 / kg
- Grade A° : Rp50.000 / kg
- Grade A⁻ : Rp47.000 / kg
- Grade B+ : Rp46.000 / kg
- Grade B° : Rp42.000 / kg
- Grade B⁻ : Rp40.000 / kg
- Grade F : Rp38.000 / kg
Saat ditemui awak media dari data fakta.com, H. Abdul Khodirun Cokro secara tegas menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk menyerap hasil produksi tembakau dalam skala besar, mencapai angka hingga 20.000 ton. Komitmen ini disampaikan sebagai bentuk dukungan nyata agar petani tidak lagi khawatir soal pemasaran dan mendapatkan imbalan yang setimpal atas usaha mereka merawat tanaman dari masa tanam hingga panen. Selasa 18 Agustus 2026.
“Kebijakan ini kami buat semata-mata demi meningkatkan taraf hidup petani lokal dan mendongkrak stabilitas harga jual tembakau di pasaran. Selama ini banyak petani yang posisinya lemah karena harga ditekan pembeli. Kami hadir memberikan kepastian harga yang tinggi dan layak. Kami siap menampung hingga 20.000 ton, asalkan kualitas tetap dijaga dengan baik. Harga yang baik harus dibarengi dengan kualitas yang prima, agar nama besar tembakau Bojonegoro tetap terjaga dan dihargai tinggi oleh industri,” ujar H. Abdul Khodirun Cokro saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa harga yang dipatok bukan sekadar angka, melainkan bentuk apresiasi terhadap kualitas. Semakin teliti petani dalam memanen, mengeringkan, dan memilah daun sesuai standar, semakin tinggi pula pendapatan yang akan diterima. Ia berharap langkah ini dapat memotivasi petani untuk terus meningkatkan mutu pengolahan, mulai dari pemilihan waktu panen yang tepat, proses pengeringan yang merata, hingga pemilahan daun berdasarkan warna dan kualitas agar tidak tercampur antara grade atas dan bawah.
Kebijakan berani ini pun mendapatkan dukungan bulat dari para pelaku rantai pasok, salah satunya adalah Herman, yang dikenal sebagai pengumpul atau tengkulak tembakau di wilayah tersebut. Mas Herman menilai, langkah yang diambil H. Abdul Khodirun Cokro adalah angin segar yang sangat dinanti-nantikan seluruh pelaku usaha dan petani.
“Saya sangat mendukung penuh harga yang dipatok oleh Bapak H. Abdul Khodirun Cokro. Angkanya sangat tinggi, sangat jauh berbeda dibandingkan bakal atau pembeli lain. Dengan harga seperti ini, kami selaku pengumpul jadi lebih semangat menampung hasil petani, dan petani pun tidak lagi dirugikan atau dijebak harga murah. Pesan saya untuk teman-teman petani, jaga kualitas tembakau kita, karena sekarang sudah ada harga yang pasti dan pantas. Kualitas adalah harga diri kita,” tegas Mas Herman.
Kehadiran harga patokan tinggi dan jaminan penyerapan hingga puluhan ribu ton ini menjadi pelajaran berharga sekaligus semangat baru bagi seluruh petani Bojonegoro. Momentum ini mengajarkan bahwa kualitas adalah kunci utama untuk mendapatkan nilai jual terbaik. Harga Rp55.000 per kilogram untuk Grade A+ adalah bukti nyata bahwa tembakau Bojonegoro memiliki nilai ekonomi tinggi, asalkan diolah dengan ketelatenan dan keahlian yang baik.
Kini, petani diharapkan semakin bersemangat merawat tanaman, meningkatkan keterampilan pasca panen, dan memastikan setiap lembar daun tembakau yang dihasilkan memenuhi standar mutu. Semangat ini diharapkan mampu menjadikan pertembakauan Bojonegoro semakin kuat, mandiri, dan sejahtera, dengan harga yang terjaga serta kualitas yang tetap menjadi rujukan utama di pasar nasional.
Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













