
BITUNG-Data-Fakta.Com.Kehebohan di media sosial Facebook sejak tanggal 13-6/2026 dalam 3 hari terakhir menyorot dua nama ketua organisasi kemasyarakatan di Kota Bitung. Mereka adalah Ichal Mamuntu sebagai Ketua ESA KETER Kota Bitung dan Mario Mamuntu sebagai Ketua BERIGADE NUSA UTARA.
Di duga dapat berpotensi konflik antar kelompok yang bermula dari sebuah postingan akun yang mengatasnamakan Ichal Mamuntu dan yang merekam video tersebut adalah mario mamuntu. Postingan tersebut disertai video yang oleh sebagian warganet dinilai telah diedit dan berpotensi memancing opini. Di kolom komentar, diskusi berubah menjadi saling serang antar pendukung kedua kubu dengan kata-kata yang tidak pantas dan bernada negatif.
“Komentar di postingan itu sudah di luar batas. Ada saling ejek, saling tantang. Ini rawan memecah belah antar kelompok, apalagi jika terus dibiarkan,” ujar salah satu netizen Bitung.
Diduga Hoax dan Picu Perpecahan
Sejumlah pihak menilai isi postingan Ichal Mamuntu mengandung informasi yang belum jelas kebenarannya dan diduga hoax. Dampaknya, kolom komentar menjadi ajang perdebatan yang berpotensi menimbulkan perpecahan antar kelompok atau organisasi di Bitung.
Bahkan beberapa komentar mulai menyeret ke penghinaan di ruang publik dan kata kata tidak pantas dengan kalimat “yang akun tersebut bernama Roji Almas dengan kalimat MAAF GUYS ,INI BABl PAKE KUNING KWA SOMO POTONG DESEMBER 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 JADI SO BA TANTRUM BGINI SO STRES”…
yang dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi dan memicu konflik jika tidak segera ditangani.
“Ruang publik, apalagi media sosial, harus dijaga. Jangan sampai karena satu postingan, kerukunan di Bitung jadi rusak,” kata tokoh masyarakat.
KaPolres Bitung dan Kasat Intel Diminta Bertindak
Hingga hari ketiga dari tanggal 13 -9/2026 sejak postingan itu viral, belum ada tindakan tegas yang terlihat dari pihak kepolisian. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat.
Publik mempertanyakan atensi Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H.. dan Kasat Intelkam Polres Bitung IPTU Christian W. P. Pardede, S.H., M.H..terhadap persoalan ini. Masyarakat berharap aparat tidak terkesan membiarkan atau diduga berat sebelah dalam menyikapi konten yang berpotensi memecah belah.
“Pak Kapolres dan Pak Kasat Intel harus hadir lebih awal. Ambil langkah preventif sebelum ini melebar. Jangan sampai ada korban baru ditindak,” kata warga lainnya.
Masyarakat meminta agar kedua ketua ormas tersebut juga dipanggil dan diberikan tindakan nyata sesuai undang- undang yang berlaku.tutup ujar salah satu warga.(Farandika).
Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














