SANGIHE, SULAWESI UTARA Data-Fakta.com. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menjadi perhatian serius masyarakat. Kobaran api dilaporkan muncul sejak Sabtu, 5 September 2026, dan hingga beberapa hari kemudian masih terdapat titik api di kawasan jalur pendakian serta sekitar Puncak Makawang.
Medan yang terjal menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Tim gabungan dari pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta upaya pemadaman secara manual. Pada 8 September 2026, Bupati Sangihe bersama Wakil Bupati, Forkopimda, OPD dan relawan bahkan turun langsung meninjau lokasi kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga telah menutup sementara jalur pendakian Gunung Awu demi keselamatan masyarakat dan para pendaki selama proses pemadaman berlangsung.
Pemerintah Sulut Diminta Beri Perhatian Lebih
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa wilayah kepulauan di Sulawesi Utara membutuhkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah provinsi, terutama dalam hal penanggulangan bencana, fasilitas pemadam kebakaran, peralatan tanggap darurat, akses transportasi, komunikasi dan dukungan personel.
Masyarakat kepulauan sering menghadapi tantangan geografis yang berbeda dengan wilayah daratan. Ketika terjadi bencana di daerah pegunungan atau kawasan terpencil, keterbatasan akses dan peralatan dapat membuat proses penanganan menjadi jauh lebih sulit.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara diharapkan tidak hanya hadir ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di seluruh kabupaten/kota kepulauan.
Selain penanganan api, penyebab kebakaran Gunung Awu juga perlu ditelusuri secara menyeluruh. Masyarakat sebelumnya meminta agar penyebab kebakaran diketahui, termasuk memastikan apakah kejadian tersebut disebabkan faktor alam atau aktivitas manusia.
Gunung Awu bukan hanya bagian dari bentang alam Sangihe, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan sosial bagi masyarakat. Karena itu, keselamatan warga, kelestarian kawasan hutan dan kesiapan pemerintah dalam menghadapi bencana harus menjadi perhatian bersama.
Harapannya, api segera berhasil dipadamkan, seluruh petugas diberikan keselamatan, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara semakin memperkuat perhatian serta dukungan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.(Farandika)
Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














