BOJONEGORO || Data Fakta.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) kembali membuka pendaftaran program Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Bojonegoro dalam mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, inovatif, serta mampu mengembangkan usaha produktif yang berbasis pada potensi unggulan daerah.
Mengusung tema “Berdaya Bersama, Mandiri Berkarya”, bootcamp ini diselenggarakan secara gratis dan terbuka bagi seluruh pemuda berusia 16 hingga 30 tahun yang berdomisili di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Pendaftaran telah dibuka mulai tanggal 20 Juli dan akan ditutup pada 20 Agustus 2026 mendatang.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Flora Agrishinta, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Bojonegoro dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan daya saing pemuda melalui materi pelatihan yang bersifat aplikatif dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini.
“Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda bertujuan utama meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda melalui pengembangan usaha yang produktif dan berkelanjutan. Harapannya, para pemuda tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja formal, tetapi mampu berinovasi membangun usaha sendiri serta memperkuat roda perekonomian secara mandiri di lingkungannya,” jelas Flora.
Menurutnya, kegiatan ini juga dirancang khusus untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya wirausaha muda di sektor-sektor yang memiliki potensi besar di daerah, melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kemampuan manajemen dalam mengelola usaha. Dengan demikian, kekayaan dan potensi lokal yang dimiliki Bojonegoro dapat dioptimalkan nilainya, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan ekonomi yang produktif.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas diri dan keterampilan teknis, bootcamp ini juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpemuda, baik dengan organisasi kepemudaan, pelaku usaha senior, praktisi profesional, maupun berbagai pemangku kepentingan terkait. Sinergi lintas pihak ini diharapkan mampu memberikan dukungan nyata agar usaha yang dirintis dapat berjalan berkelanjutan.
“Kami ingin mencetak pemuda Bojonegoro yang inovatif, kreatif, mandiri, berdaya saing tinggi, dan tetap produktif. Mereka diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara terus-menerus, sekaligus turut menciptakan peluang kerja baru bagi orang lain, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tambah Flora.
Pada pelaksanaan Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda tahun 2026 ini, para peserta diberikan kebebasan memilih satu bidang pelatihan yang paling diminati dan sesuai bakat, dengan rincian sebagai berikut:
Bidang Pertanian
- Olahan Pangan Pertanian (kuota 20 peserta)
- Budidaya Jamur Tiram (kuota 20 peserta)
- Pertanian Modern Hidroponik (kuota 20 peserta)
Bidang Usaha Jasa
- Digital Marketing dan Affiliator (kuota 30 peserta)
- Master of Ceremony (MC) Training (kuota 20 peserta)
Bidang Usaha Kerajinan
- Kerajinan Tangan / Handycraft (kuota 40 peserta)
Flora juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui skema kemitraan dengan berbagai organisasi kepemudaan dan lembaga pelatihan terpercaya. Lokasi kegiatan tersebar di beberapa tempat strategis, antara lain di Forum Pemuda Pelopor Omah Menyok, P4S Djoyo Tani, LPK Zahida, serta di PIB, Ademos, dan LPK Opsi Visi Raya.
Adapun persyaratan untuk mengikuti kegiatan ini meliputi: berusia 16–30 tahun, berdomisili di Kabupaten Bojonegoro yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), diutamakan yang telah memiliki usaha yang sedang berjalan aktif, hanya diperbolehkan mendaftar pada satu bidang pelatihan saja, belum pernah menjadi peserta Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda pada tahun 2025, serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai sesuai ketentuan yang berlaku.
“Selain mendapatkan materi pelatihan langsung dari para praktisi dan ahli di bidangnya, setiap peserta juga akan mendapatkan fasilitas lengkap berupa kaos, tas, buku catatan, sertifikat elektronik (e-sertifikat), layanan bantuan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta kesempatan luas untuk membangun jejaring usaha (networking) dengan sesama pelaku usaha dan mitra strategis lainnya,” tandas Flora Agrishinta.
Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












