Peringati 15 Tahun blokBojonegoro, Wabup Nurul Azizah Raih Penghargaan Penggerak Demokrasi dan Paparkan Tantangan Sosial Daerah

admin
IMG 20260808 WA0005

BOJONEGORO || Data Fakta.com – Malam penuh penghargaan dan refleksi mewarnai perjalanan 15 tahun keberadaan blokBojonegoro. Dalam acara puncak bertajuk Malam Anugerah Penggerak Bojonegoro yang digelar di D’Konco Cafe, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Jumat (7/8/2026), Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir sebagai tamu kehormatan dan menerima penghargaan istimewa sebagai Penggerak Demokrasi.

Kehadiran Nurul Azizah mewakili Bupati Bojonegoro yang berhalangan hadir karena jadwalnya bertepatan dengan agenda penting penetapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan Tahun 2026 di Gedung DPRD. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas peran strategis media lokal tersebut selama satu dasawarsa lebih dalam menyebarluaskan informasi pembangunan.

“BlokBojonegoro senantiasa memberikan dukungan pemberitaan yang objektif dan membangun. Hal ini sama artinya dengan membantu kami menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat mengenai segala kebijakan dan program kerja yang telah dan sedang dilakukan pemerintah daerah. Semoga sinergi yang terjalin selama ini terus terpelihara dan semakin memberikan kemanfaatan besar bagi kemajuan kita semua,” ujar Nurul Azizah.

Di momen yang bersejarah itu, Wakil Bupati juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaparkan sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menyoroti tiga isu utama yang perlu perhatian serius dan kolaborasi lintas sektor, yaitu penanganan kasus HIV/AIDS, pelayanan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta penuntasan angka anak putus sekolah.

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan, tercatat ada 4.251 kasus HIV/AIDS yang saat ini masih menjalani pengobatan rutin di berbagai fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro. Di sisi lain, tantangan kesehatan mental juga cukup besar dengan adanya 2.788 kasus gangguan jiwa maupun depresi yang memerlukan penanganan intensif.

Baca Juga :  Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Bupati Ajak Lakukan Upaya Bijak Dalam Mengelola Sampah

Namun, Nurul Azizah juga membawa kabar positif terkait penanganan masalah kesehatan jiwa tersebut. “Insyaallah di akhir tahun ini, pembangunan Rumah Sakit Khusus Jiwa di Bojonegoro sudah bisa selesai dan beroperasi, guna memberikan pelayanan yang lebih memadai bagi warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

Sementara itu, di sektor pendidikan, data awal mencatat adanya 5.610 anak yang tidak bersekolah. Setelah dilakukan verifikasi dan pendataan ulang secara rinci, angka tersebut terkonfirmasi sebanyak 5.199 anak. Ia berharap kolaborasi erat antara pemerintah daerah, insan pers, masyarakat luas, hingga kalangan akademisi dapat menemukan solusi terbaik agar persoalan ini segera tuntas.

“Masalah-masalah ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Butuh gotong royong. Mari kita bahu-membahu mencari jalan keluar terbaik agar setiap anak mendapatkan hak pendidikannya, dan setiap warga mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” tambahnya.

Selain Wakil Bupati, acara malam itu juga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Budiono, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur Mohammad Yasin, serta berbagai tokoh masyarakat dan penggerak pembangunan.

Sementara itu, CEO Blok Media Group, Muhammad Abdul Qohhar, menjelaskan bahwa penganugerahan penghargaan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan media tersebut untuk menghargai dan mengapresiasi peran para penggerak di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kemasyarakatan, penelitian, pengabdian masyarakat, dunia akademis, hingga pemerintahan.

Menurutnya, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk dukungan kepada mereka yang bekerja keras membangun Bojonegoro agar menjadi daerah yang bahagia, makmur, dan membanggakan.

“Anugerah Penggerak ini adalah wujud komitmen kami untuk terus mengapresiasi dan mendukung para tokoh yang bergerak dan berkarya nyata. Demi terwujudnya Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” tegas Muhammad Abdul Qohhar.

Tinggalkan Balasan