BOJONEGORO || Data Fakta.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ledok Wetan, Kabupaten Bojonegoro, kini menghadirkan terobosan baru dalam dunia pendidikan. Sekolah ini tidak lagi hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi mulai menerapkan pola pembelajaran yang memadukan ilmu umum dengan penguatan nilai-nilai agama dan karakter siswa.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan kegiatan jalan sehat sekaligus peluncuran resmi program unggulan bertajuk Ledok Wetan SMART, yang merupakan singkatan dari Sinergi Membangun Akademik dan Religi Ledok Wetan. Acara berlangsung meriah di halaman sekolah setempat, Sabtu (8/8/2026), dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, jajaran dinas pendidikan, hingga pejabat daerah.
Program ini dirancang khusus untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik agar dapat memperoleh pendidikan formal dan pembelajaran keagamaan dalam satu rangkaian kegiatan berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh pihak Kelurahan Ledok Wetan, kepala sekolah, dewan guru, pengawas sekolah, peserta didik mulai jenjang TK hingga SD, para wali murid, serta warga masyarakat sekitar.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, M. Anwar Mukhtadlo, Kepala Kelurahan Ledok Wetan, Bambang Priyanto, Kepala SDN Ledok Wetan, Rita Yuana, S.Pd.SD., M.Pd., perwakilan Kecamatan Bojonegoro, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
Kepala SDN Ledok Wetan, Rita Yuana, menjelaskan bahwa gagasan lahirnya program Ledok Wetan SMART berangkat dari keinginan kuat sekolah untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga kokoh bekal agamanya dan kuat karakternya. Konsep ini diwujudkan dengan pembagian waktu belajar: pagi hari diisi dengan pelajaran umum, dilanjutkan pendidikan religi pada siang hari.
“Intinya adalah sinergi dan kolaborasi niat kita bersama. Kita ingin membangun generasi Bojonegoro, khususnya di wilayah Ledok Wetan ini. Pembelajaran akademik sekolah berlangsung dari pagi hingga jam 12.00 siang, kemudian langsung kita gabungkan dengan materi agama mulai pukul 12.00 hingga jam 14.00 siang,” jelas Rita.
Konsep ini juga dinilai sangat membantu para orang tua yang memiliki kesibukan bekerja. Anak-anak tetap berada dalam lingkungan sekolah yang aman dan terarah hingga siang hari, dan secara otomatis mendapatkan pendidikan agama setelah selesai kegiatan utama. Sekolah juga menyiapkan kurikulum madrasah diniyah yang disesuaikan, didampingi langsung oleh dua orang tenaga pengajar agama atau ustadz.
“Kalau bahasa sederhananya: budhal sekolah esuk, siang dijemput wis oleh sekolah, wis oleh ngaji (pulang sekolah pagi, sore dijemput sudah dapat pelajaran umum, sudah dapat mengaji),” ungkap Rita dengan gaya bahasa akrab.
Materi keagamaan yang disiapkan meliputi tajwid, kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan Juz Amma atau Juz 30, hingga pengenalan Asmaul Husna, guna menanamkan nilai keislaman sejak dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, M. Anwar Mukhtadlo, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang digagas SDN Ledok Wetan. Ia menilai Rita Yuana sebagai salah satu kepala sekolah yang sangat inovatif, terbukti dalam kurun waktu satu bulan sejak menjabat, sejumlah pembaruan sudah mulai dirancang.
Meski memiliki sekitar 74 siswa dan lokasi sekolah berada di dalam gang kawasan pusat kota, Anwar berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar sekolah ini semakin berkembang. Ia juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter agama, terlebih di tengah tantangan kemajuan teknologi dan penggunaan gawai di kalangan anak-anak.
Anwar juga menegaskan komitmen Pemkab Bojonegoro agar tidak ada satu pun anak yang putus sekolah atau kehilangan akses pendidikan. Masyarakat yang menemukan anak tidak bersekolah diimbau melapor. Bagi yang tidak menempuh jalur formal, pemerintah menyediakan jalur kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta berbagai skema beasiswa bagi keluarga kurang mampu.
Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah, turut mengapresiasi terobosan Ledok Wetan SMART. Menurutnya, program ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas SDM, yang menjadi penopang utama kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro.
“IPM Bojonegoro tahun 2024 ke 2025 mengalami kenaikan cukup signifikan, berada di kisaran angka 74 dengan kenaikan 1,39 poin. Ini merupakan peningkatan tertinggi di Jawa Timur,” ungkap Nurul.
Ia juga memaparkan berbagai langkah Pemkab Bojonegoro dalam memajukan pendidikan, mulai dari rencana kerja sama Universitas Brawijaya untuk program PSDKU, keberhasilan SMA Taruna Pamong Praja yang kini masuk tahun kedua, hingga ragam skema beasiswa yang disiapkan. Di antaranya Beasiswa Desil Mapan, Beasiswa Prestasi bidang STEM, Beasiswa Gus dan Ning, hingga Beasiswa Penthokir senilai Rp3 juta untuk bantuan penyelesaian skripsi mahasiswa.
Nurul mengingatkan, pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian nilai rapor semata. Guru memegang peran vital dalam membentuk mental, karakter, serta adab dan sopan santun siswa. Hal itu menjadi bekal utama menghadapi masa depan.
“Tujuannya pendidikan adalah memandaikan dan membentuk mental. Tidak kalah penting yang harus diajarkan, meski tidak selalu ada di buku pelajaran, adalah adab dan sopan santun,” tegas Nurul.
Acara peluncuran ditutup dengan pelepasan balon udara dan burung dara sebagai simbol harapan kemajuan pendidikan. Program Ledok Wetan SMART kini menjadi identitas baru SDN Ledok Wetan, yang berkomitmen mencetak generasi penerus Bojonegoro yang cerdas, berilmu, berkarakter, dan saleh.
Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












