Hadir Langsung di Tengah Warga, Bupati Setyo Wahono Paparkan Program Unggulan Pendidikan dan Penanganan Kemiskinan

admin
IMG 20260504 WA0031

Bojonegoro || Data Fakta.com – Hujan sempat turun mengguyur wilayah Desa Sudah, Kecamatan Malo, tepatnya sekitar pukul 13.30 WIB, Kamis (30/4/2026). Namun cuaca tidak mampu meredam antusiasme masyarakat, yang tetap memadati lokasi kegiatan Bupati Medhayoh. Pada kesempatan ini, hadir sebagai narasumber perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, guna menyampaikan informasi lengkap terkait program kerja dan kebijakan pemerintah daerah. Kegiatan ini sendiri merupakan wujud komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menyampaikan berbagai program prioritas secara langsung dan transparan kepada masyarakat.

 

Diselenggarakan di halaman rumah warga setempat, acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono beserta istri, Cantika Wahono. Turut mendampingi, Wakil Bupati Nurul Azizah, Asisten Administrasi dan Umum, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah, jajaran Forkopimcam, serta perangkat dan warga Desa Sudah dan sekitarnya.

 

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, menjelaskan bahwa program beasiswa menjadi salah satu fokus utama pada masa kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, guna membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Ia merinci ada empat jenis beasiswa yang disediakan dengan kriteria dan tujuan yang berbeda-beda. Pertama, beasiswa keluarga miskin, berupa bantuan prestasi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang datanya tercatat baik dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) maupun Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah (Damisda).

 

Kedua, beasiswa tugas akhir, yang diperuntukkan membantu meringankan biaya mahasiswa saat menyusun skripsi atau tugas akhir. Ketiga, beasiswa pondok pesantren, yang merupakan program baru khusus bagi mahasiswa yang berprofesi sebagai pengasuh maupun pengajar di lingkungan pondok pesantren, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka memajukan pendidikan keagamaan.

Baca Juga :  Lampaui Target, Pendapatan Daerah Bojonegoro Tahun 2025 Capai Rp 6,4 Triliun

 

Keempat, beasiswa scientist yang ditujukan bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri yang menempuh program studi bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). “Untuk beasiswa ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa PTN, dan peraturan bupatinya telah disesuaikan dengan ketentuan bagi mereka yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 5,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menekankan bahwa ketepatan sasaran menjadi prinsip utama dalam penyaluran bantuan sosial. Ia mengakui bahwa pihaknya telah menerima berbagai masukan dari masyarakat, termasuk keluhan terkait penyaluran bansos yang belum sepenuhnya tepat sasaran.

 

Menanggapi hal tersebut, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan perbaikan sistem melalui proses verifikasi dan validasi data secara berkelanjutan. Pendataan dilakukan langsung oleh kader desa yang bertugas sebagai pencacah, agar data yang dihimpun benar-benar sesuai dengan kondisi riil warga di lapangan.

 

“Target kita adalah menurunkan angka kemiskinan di Bojonegoro pada tahun 2026. Oleh sebab itu, kami terus memperbarui data DTSEN sekaligus memastikan penyaluran bantuan yang sudah digulirkan mulai akhir 2025 hingga awal 2026 berjalan sesuai ketentuan,” ungkapnya.

 

Untuk bantuan sosial yang bersumber dari anggaran kabupaten, lanjutnya, acuan penentuan penerima manfaat masih menggunakan kriteria desil 1 sampai 5.

 

Melalui kegiatan Bupati Medhayoh ini, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap, sekaligus memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Dengan demikian, seluruh program pembangunan yang dirancang dapat semakin tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan