Menyamar Jadi Pegawai Imigrasi, AS Berhasil Tipu Warga Karimun, Lewat Modus Pengurusan Paspor.

admin
IMG 20221115 WA0000 copy 504x376

MMC News Karimun | Merebaknya akun palsu yang menawarkan jasa pengurusan paspor tanpa persyaratan yang sesuai dengan ketetapan keimigrasian, telah berhasil merugikan Nur Fitri Yanti, salah satu warga kelurahan pasir panjang, kecamatan meral barat, kabupaten karimun.

Dari keterangan yang dihimpun dari sikorban senin 14/11 lewat pesan whatshaapnya, bahwa informasi tersebut didapatkan dari Salah satu group Forum Jual Beli (FJB) Karimun dengan Akun AS yang menawarkan jasa pengurusan paspor, mengingat persyaratan yang tidak diharuskan sesuai dengan ketetapan keimigrasian, membuat sikorban merasa terpukau dan langsung mentransfer uang senilai Rp 400.000,_ (empat ratus ribu rupiah) dengan perjanjian paspor selesai satu minggu kedepan dari pembayaran. Namun seiring waktu berjalan, sikorbanpun menagih janji paspor tersebut kepada AS, namun telepon genggam milik AS tidak dapat lagi duhubungi, sehingga sikorban merasa sudah ditipu. “Awalnya saya melihat ada penawaran pengurusan paspor tembak, atau tanpa syarat yang diharuskan sesuai dengan ketetapan keimigrasian, dan biayanya murah, sehingga saya tergiur dan langsung menyerahkan ktp dan akte lahir dalam bentuk pengiriman lewat whatshaap. Untuk pengiriman uang dia memberi rekening atas nama orang lain, yang katanya pimpinannya. Setelah ketemu waktu yang dijanjikan, nomor contak milik AS sudah tidak bisa dihubungi lagi, lalu saya menyadari, kalau saya sudah ditipu” Ungkapnya

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Teknologi Komunikasi dan Informasi Keimigrasian (Tikim) Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun Gerson Silalahi ketika dikonfirmasi diruang kerjanya senin 14/11 mengatakan, secara pribadi sangat menyayangkan sikap AS yang sampai melakukan penipuan dengan menggunakan atribut keimigrasian dengan mengunggah photo memakai seragam keimigrasian, namun Gerson membantah kalau AS bukanlah merupakan salah satu dari pegawai kantor imigrasi tanjung balai karimun. ” Dalam hal ini kami sangat menyayangkan sikap AS, karena merusak nama baik kami, namun perlu saya beritahukan jika seragam yang dikenakan AS itu, sudah seragam 10 tahun lalu, saya masuk pegawai imigrasi, model seragam itu sudah tidak digunakan lagi.

Baca Juga :  Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang Lebaran, Sat Sabhara Gelar Patroli Perbankan dan Kawasan Rawan Kejahatan

Lebih lanjut Pria berkulit putih itu mengatakan bahwa hal ini bukan yang pertama lagi, karena mereka juga selalu memantau informasi terkait yang berhubungan dengan keimigrasian di media sosial. “Kami selalu monitor dimedsos, kami lihat, korbannya kebanyakan warga dipulau. Ujarnya (Lamhot/MR)


Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan