Baru Rampung Dikerjakan, Jalan Beton Rigid BKKD Desa Ngaglik Sudah Retak di 9 Titik

admin

Bojonegoro || Data Fakta.com – Proyek pembangunan jalan beton rigid yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025/2026 di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian warga setelah ditemukan keretakan di sejumlah titik hanya beberapa hari setelah selesai dikerjakan.

 

Seorang warga lokal yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa keretakan terlihat jelas dan tersebar di beberapa segmen jalan.

 

“Kami mendapati sekitar 9 titik keretakan yang cukup signifikan. Proyek yang nilainya mencapai miliaran rupiah justru mengalami kerusakan dalam waktu sangat singkat setelah selesai, hal ini membuat kami sebagai warga merasa prihatin dan kesal,” ujar warga tersebut.

Tampak Jelas Belum ada berem, Rigid Sudah Pada Rentak
Tampak Jelas Belum ada berem, Rigid Sudah Pada Rentak

Warga juga mengajukan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan serta mekanisme tanggung jawab pihak terkait atas kondisi jalan yang baru saja rampung.

 

“Kami ingin tahu bagaimana pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat. Jika baru beberapa hari sudah mengalami keretakan seperti ini, sangat mungkin kondisi jalan akan semakin memburuk di masa mendatang,” tambahnya.

 

Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah warga lainnya, terutama kelompok ibu-ibu yang rutin berolahraga dengan jalan kaki melalui ruas jalan tersebut. Mereka mengaku merasa kecewa karena proyek yang diduga akan memberikan manfaat jangka panjang justru menunjukkan tanda-tanda kerusakan awal.

 

Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas konstruksi jalan yang seharusnya memiliki umur pakai panjang mengingat besarnya anggaran yang dikeluarkan.

 

Kepala Desa Ngaglik, Suncoko, belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (9/3/2026). Meskipun pesan telah terbaca (centang dua), hingga berita ini diterbitkan belum ada balasan dari pihaknya.

Baca Juga :  Abaikan Dampak Kerusakan Lingkungan, Galian C Ilegal Di Trucuk Kian Marak

 

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Sekretaris Desa Ngaglik, Widodo, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Ivan Chusaivi. Kedua pejabat tersebut juga belum memberikan jawaban meskipun pesan konfirmasi telah terbaca.

 

Masyarakat Desa Ngaglik berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, termasuk Bupati Setyo Wahono, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), dan Aparat Penegak Hukum (APH) dapat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek.

 

Menurut warga, langkah tersebut sangat penting untuk mengevaluasi kualitas pekerjaan secara menyeluruh, terutama karena proyek masih berada dalam masa garansi perawatan.

 

“Jika ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, perbaikan harus segera dilakukan sebelum kondisi jalan semakin parah. Kami berharap tidak ada pihak yang mengabaikan masalah ini karena pada akhirnya yang dirugikan adalah masyarakat luas,” pungkas salah satu warga.


Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan