News
Aksi Nyata! PJI Bojonegoro Terangi Rumah Warga Kurang Mampu dengan Pemasangan Listrik Gratis Polres Bojonegoro Cetak Nilai 100 Sempurna dan Sabet Tiga Penghargaan Pengelolaan Anggaran Momentum Hari Lahir Pancasila, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx guna Dukung Industri Data Center Jakarta, 2 Juni 2026 – PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers) dalam pengembangan infrastruktur kelistrikan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW) untuk kawasan pusat data (data center) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan layanan digital di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup penyediaan pasokan listrik sebesar 788 MVA untuk site CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat pada tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan penguatan kapasitas kelistrikan sebesar 60 MVA untuk site CGK3A di Jakarta Selatan dan pengembangan jaringan tegangan tinggi sebesar 385 MVA untuk site CGK5 di Suryacipta, Jawa Barat. CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas pelayanan yang optimal dalam mendukung operasional infrastruktur pusat data yang identik dengan komputasi berperforma tinggi. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung keandalan operasional fasilitas data center milik BDx Indonesia,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Kantor PLN Pusat, Selasa (19/5). Menurutnya, keandalan sistem kelistrikan dan kesiapan infrastruktur PLN memberikan kepastian bagi BDx dalam menjalankan pengembangan kapasitas pusat data secara berkelanjutan di Indonesia. “Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital yang berdaulat,” tambah Agus. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center di Indonesia melalui ketersediaan pasokan listrik yang andal. Menurutnya, kebutuhan energi sektor data center, khususnya yang berbasis AI, akan terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital nasional. “Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini. Karena itu, PLN siap memastikan BDx Indonesia dapat berekspansi secara optimal,” ujar Adi. Penyaluran daya untuk site CGK4 direncanakan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase, yakni Tahap I sebesar 2 x 150 MVA, Tahap II meningkat menjadi 2 x 265 MVA, hingga mencapai kapasitas akhir Tahap III sebesar 2 x 380 MVA. Untuk mendukung keandalan pasokan, PLN juga membangun Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Jatiluhur Baru. Yang akan memasok listrik ke kawasan data center BDx. “PLN juga telah menyiapkan dua line bay khusus pada Gardu Induk tersebut untuk melayani kebutuhan kelistrikan Site CGK4 secara optimal,” tambah Adi. Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa sinergi antara PLN dan BDx Indonesia merupakan kemitraan jangka panjang yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya Site CGK4, dalam kesepakatan ini PLN juga telah dipercaya mengamankan pasokan daya untuk fasilitas utama BDx Indonesia lainnya, yakni Site CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, serta Site CGK5 di kawasan industri Suryacipta. “Sinergi ini bukan sekadar jual beli listrik, melainkan kolaborasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi di sektor teknologi tinggi. PLN terus bertransformasi menjadi mitra andal bagi seluruh investor digital di tanah air,” tandas Adi. (@DEX) PLN Tebar Semangat Berbagi Idul Adha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia Semangat Hari Lahir Pancasila PLN UIP JBTB dan PLN Grup Jawa Timur Berikan Bantuan ‘Omah Terapiku’ Diresmikan Langsung oleh Gubernur Jawa Timur
Hukum  

Dana BOS Disoal, Oknum Guru Malah Minta Surat dari Disdik

admin
Img 20210719 Wa0115

BOGOR | mmcnews.id,- Aneh tapi ada kalimat nyeleneh keluar dari salah satu guru yang ada di Sekolah Dasar Negeri SDN Bojonggede 04 Kp. Muara Rt03 Rw11, Bojonggede, Kec. Bojonggede, Kab. Bogor Prov. Jawa Barat, Senin 19/07/202.

“Bapak datang kesini bawa surat dari Dinas Pendidikan tidak, Kami disini tuan rumah bapak harus sopan,” ujar salah satu guru saat menyambut awak media ini.

Spontan pernyataan tersebut membuat kaget wartawan ini, pasalnya sejak kapan wartawan dalam menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial, wajib membawa surat tugas dari Dinas Pendidikan.

“Ijin aturan yang mana bu jika wartawan dalam melakukan tugasnya wajib membawa surat tugas dari Disdik?.” ujar Iwan saat mempertanyakan kepada salah seorang guru.

Perlu diketahui sepanjang wartawan menjalankan tugasnya berdasarkan UU Pers, Beserta 11 Pasal Kode Etik Jurnalistik salah satunya.

Pasal 1, Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke sekolahan untuk mempertanyakan kejelasan mengenai penggunaan dana BOS.

“Kami datang atas data yang dimiliki terkait penggunaan pertanggungjawaban dana BOS yang harus dikonfirmasi agar dalam pemberitaan bisa berimbang, karena di dalam data tahap I ada pembelian Alat Multimedia dengan nilai Rp18 Juta lebih, serta di BOS tahap II mencapai Rp51 Juta lebih.”jelas Iwan.

Sementara Nurochmah, selaku kepala sekolah menyatakan operator sedang tidak masuk. Soal laporan penggunaan dana BOS memang belum saya tempel namun, untuk semua penggunaan kita ada laporannya hanya belum kita publikasi di papan informasi sekolah.

“Operator tidak masuk, di tahap I senilai Rp18 Juta lebih, untuk belanja Alat multimedia itu kita belanjakan laptop terkait merek dan lainnya saya tidak bisa menjelaskan, sedangkan untuk tahap II dengan nilai Rp51 Juta lebih, dipakai belanja buku paket yang sekarang ada di ruang perpustakaan silakan cek sendiri di perpustakaan,” terangnya.

Baca Juga :  Pastikan Ketersediaan Stok, Bhabinkamtibmas Polsek Mandrehe Monitoring Penyaluran BBM di SPBU

Untuk diketahui, Keterbukaan Informasi Publik adalah salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam UU No 14 Tahun 2008 dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan.

Hingga berita ini dimuat media ini masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut dalam waktu dekat.

(Sigit)


Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan