Ketua PJI : Satreskrim Polres Tuban “Lemot” Tangani Kasus Percobaan Pembunuhan Jurnalis

admin
Img 20241128 Wa0023

Tuban || DATA FAKTA.com –  Ketua umum Deean Pimpinan Pusat Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) mengecam keras, Premanisme dan percobaan pembunuhan berencana terhadap Sukamto, jurnalis Memoterkini.com dan penganiayaan berat terhadap Brendi, jurnalis Bratapos.com, Senin 11/11/2024. Periatiwa tersebut terjadi di kawasan Perhutani Kecamatan Kerek, Tuban, Jawa Timur. Tepatnya di Jalan menuju desa sidonganti Kecamatan Kerek.

Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia Hartanto Boechori menilai, kerja APH, khususnya Satreskrim Polres Tuban diduga “lelet” (lambat). Menangani kasus tersebut, pasalnya, meskipun sudah 2 minggu lebih tidak ada 1 satu pelakupun yang berhasil di tangkap, hal tersebut menjadi tanda tanya besar, Bagaimana Kerja Polres Tuban ? ada apa ini?!”, pernyataan Boechori dengan penekanan nada tanda tanya, Selasa 26/11/2024.

Sementara WaKapolres Tuban melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, mengatakan “Untuk yang diduga pelakunya sudah ada 2 orang Bang. Masih dalam pengejaran anggota”, demikian disampaikan Kabid Humas Polda Jatim kepada Ketua Umum PJI, Selasa 26/11/2024.

Senada KBO Satreskrim Polres Tuban, Dwi Purwoko yang didampingi Kanit Jatanras Iptu Rudi saat dikonfitmasi PJI mengatakan jika pihak polres sudah mengantongi nama – nama pelaku yang masih dalam pengejaran.

“Ada 2 pelaku yang sedang dikejar, C dan J. Mereka adalah preman penghadang yang mengendarai kendaraan bermotor jenis RX King dan J adalah pelaku pembacokan” Katanya dihadapan ketua umum Pji dan anggota Pji.

Kanit Jatanras Iptu Rudi menjelaskan, “Sebenarnya penanganan perkara itu sudah atensi, hanya saja medannya (lokasi penangkapan para tersangka) sulit, ” terangnya.

Dari data yan berhasil dihimpu media ini menyebutkan selain pelaku C dan J, AS salah satu pengusaha tambang di Montong dan Kerek diduga sebagai otak/dalang percobaan pembunuhan berencana dan penganiayaan
hingga pengerusakan mobil wartawan.

Baca Juga :  Tim SAR Polres Tulungagung Berhasil Mengevakuasi Warga yang Tertimbun Tanah Longsor

Sebagaimana secara singkat diceritakan korban, Brendi diajak Sukamto pergi ke eks area tambang pasir kuarsa milik Suprapto. Di kawasan Perhutani yang sepi, dihadang preman mengendarai motor RX King. Preman itu sempat video call dengan seseorang. Layar HP diarahkan ke Brendi. Wajah dalam HP dikenali Brendi sebagai As pengusaha tambang pasir kuarsa terbesar di Tuban. Namun Video call langsung dimatikan oleh As.

Hampir bersamaan, datang 2 sepeda motor ditumpangi 4 orang bersenjata tajam, langsung menuju mobil, menghantam kaca dengan batu, menarik paksa pintu mobil depan kiri yang ditumpangi Sukamto, menanyakan nama Sukamto dan diiyakan. Setelah memastikan nama Sukamto, salah satu preman berteriak, “ya ini orangnya”, langsung membacokkan parangnya bertubi tubi sampai terkapar pingsan bersimbah darah tak cukup sampai diaitu korban yang terkapar masih dikepruk batu.

Menurut brendi, 4 orang preman itu semuanya membawa senjata tajam, namun hanya seorang yang membacok dan mengepruk korban Sukamto.

Brendi yang panik dan berupaya melerai, ditawur beramai ramai menggunakan tangan dan kaki kosong. Setelah itu Brendi disuruh membawa Sukamto yang sudah “mati”. “Wis, gowoen mayate koncomu” (Sudah, bawa mayat temanmu), ujar preman yang membacok dan mengepruk dengan batu itu kepada brendi.

“Dari runtutan kejadian, orang waras apalagi Reserse, jelas bisa menganalisa, tindakan brutal terhadap Sukamto itu percobaan pembunuhan berencana dan ada yang mendalangi. Sudah ditunggu kedatangannya dan sudah disiapkan alat bunuhnya. Belum lagi preman bermotor RX King yang menghubungi As dan layar HP diarahkan ke Brendi, diduga kuat untuk mengklarifikasi ke As tentang target yang dituju”, ujar pimpinan tertinggi PJI itu.

“Kejadian keji ini pelecehan UU Pers. Tidak hanya melukai tubuh fisik korban, tetapi juga mencederai semangat demokrasi dan kebebasan Pers di Indonesia. Jelas saya tak dapat menerima apapun alasannya. Wartawan menjalankan tugas jurnalistik untuk mengungkap kebenaran justru menjadi sasaran kekerasan brutal, bahkan nyaris meregang nyawa”, tegas Wartawan Utama penjalin kekompakan anggota PJI itu.

Baca Juga :  Serbuan Vaksinasi Satlantas Polres Blitar Lakukan Antar Jemput Lansia

“Sebagai Ketua Umum PJI, sekali lagi saya tegaskan, kasus ini saya atensi. Saya harap Kapolres Tuban beserta jajaran serius mengusut kasus ini. Saya juga minta kepada Kapolda Jatim agar menjadikan penanganan kasus ini sebagai atensi Kapolda Jatim. Ini percobaan pembunuhan berencana terhadap wartawan. Saya minta Aparat serius”, pungkas Sang Tokoh Pers.

Penulis : Ketua Umum PJi


Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan