BITUNG-Data-Fakta.Com.Insiden yang terjadi di kota bitung terkait ketua Forum Persaudaraan Warung Kopi Arsanto Pasa ( Kep Anto) dan Ricard mamuntu (ical) Ketua Esa Keter Kota Bitung Belum berakhir.
Pantauan Awak media bahwa persolan tersebut belum ada titik terang untuk damai
Hasil investigasi media bahwa peristiwa terjadi bermulah membantu Oknum inisial JB, pada waktu bola kaki Piala Dunia 2026.
JB tersebut melakukan taruhan bola kaki Piala Dunia bersama anak- anak madidir, dan akirnya kalah, hingga diduga oknum memakai uang taruhan, Ungkap Anggota Forsa Warkop yang engan namanya disebut
Berlanjut,” Oknum JB mendatangi kediaman Kep Anto bersama anak- anak Madidir dengan alasan meminta bantu kepada Kep anto, karena uang taruhan di pakai oleh JB
Kep Anto yang jiwanya sosial, dan tidak mau mereka bermasalah, Kep anto mengambil inisiatif untuk membatu hingga kasih lah uang 6jt, terhadap oknum JB untuk kasih kepada anak-anak.
Lebih jauh sumber mengatakan, keesokan hari Oknum JB kembali lagi bersama anak- anak dan membawa Proyektor serta meminta bantu lagi kepada Kep Anto, menitip proyektor agar Kep dapat bantu lagi 6jt, dengan ikhlas Kep anto membantu lagi 6jt rupiah. Jadi total 12 jt, sebut anto” Bahwa dirinya hanya bantu.
karena Oknum JB beralasan untuk melunasi komitmen taruhan dengan anak – anak 12jt,
Beberapa hari kemudian kep anto mendengar informasi, bahwa Proyektor tersebut bukan milik JB, ternyata barang tersebut adalah milik dinas Koprasi Pemerintah Daerah Kota Bitung yang di pinjam oleh Ical Mamuntu untuk kegiatan nonton bareng di Piala Dunia 2026.
Jelang beberapa hari kemudian oknum Icat Menelepon Kep Anto lewat Pesan Singkat WhatsApp , mengatakan bahwa oknum JB akan kami laporkan ke pihak berwajib, dan kalimat Icat menyampaika kepada Kep Anto bahwa kep anto tersebut adalah tukang tada
Hal demikian anto membantah kalau dirinya yang di sebut ical tukang tada.
karena anto sendiri mengatakan bahwa barang proyektor yang dia kasih kepadanya bukan di beli atau di gadai, hanya membantu terhadap oknum JB yang saat itu terancam karena uang taruhan sudah dipakai, Jelasnya
demikian menurut sumber, kep anto ketika JB di tangkap, Informasi yang berkembang di tengah – tengah masyarakat, Kep Anto bagian dari tukang tadah melanggar pasal 480,
Berjalannya waktu anto mendapatkan pesan singkat dari oknum wartawan inisial IR tujuan konfirmasi dan melanjutkan WA Rilis terkait tukang tada. Lanjutnya, ” ini yang buat Kep Anto Geram, kalau memang hal ini Anto di jadikan tukang tada harus dengan alat bukti yang kuat dan mendasar jangan menuding bahwa Kep Anto bersalah.
Sampai terjadinya selisi paham Kep Anto Dan Ical, Bermulanya dari oknum JB,ucap Sumber Rabu 16 September 2026.
Di hari yang sama Wakil Sekretaris Forum Persaudaraan Warung Kopi, Muzakir Boven ketika di konfirmasi terkait insiden yang terjadi di patung KB madidir lokasi ical mamuntu. Boven menyatakan benar, Ketua kami datang di lokasi tersebut bersama istri
Tiba- tiba istri Anto menghubungi lewat Telepon salah satu teman anggota warkop, tolong sampaikan kalau Ketua kalian ada di taman KB madidir tujuan cari pa ical,
Disitu lah kami bersama rekan- rekan Anggota Forsa Warkop menuju lokasi dimana Ketua Kami berada, sampailah di sana kami hanya berusaha meredamkan Ketua kami. Agar tidak terjadi hal yang demikian. Ucap Boven,
Boven juga menambahkan, kami datang ke lokasi ini bukan tujuan melakukan anarkis atau membuat kekacauan, tujuan kami mengamankan Ketua kami yang saat itu emosi mencari ical.
Wartawan juga menanyakan terkait Postingan video yang di aplod di Facebook dengan status tulisan Tomat dan Preman, Polo menjawab siapa dan mana preman, saya sendri LSM Pemerhati Kota Bitung serta pengurus Forsa dan Wartawan Ketua Ketua Ormas hingga Anggota warkop, yang mana preman,
Saya merasa postingan tersebut merusak nama baik kami ketika di sebut tomat dan preman. Dan bukan hanya kami bagian dari anggota Forsa Warkop yang rasa dirugikan tapi keluarga kami dan masyarakat kota Bitung hingga penguna medsos.
Lebih jauh Boven sampaikan bahwa postingan video yang di posting Ketua Esa Keter Kota Bitung Ricard Mamuntu diduga dapat menimbulkan kegaduhan di kolom komentar, harusnya postingan tersebut dapat di antisipasi oleh pihak APH, ujar Boven.(Farandika).
Eksplorasi konten lain dari DatafaktaCom
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














